VISI dan MISI BEM UMM 2018/2019

                                                                       ...

Detail
about

Visi Dan Misi Organisasi

                                                                                     Visi BEM UMM 2018/2019 :

"Sinergisitas dan Reaktualisasi Peran Badan Eksekutif Mahasiswa untuk UMM Berkemajuan"

"Sinergisitas : sinergi: Kegiatan atau operasi gabungan (KBBI), sinergisitas: kerjasama antar unsur untuk hasil lebih baik dibandingkan kerja sendiri." 

Dan  : Kata Penghubung

Reaktualisasi : Re: kembali, Aktualisasi: cara, proses, pebuatan mengaktualisasikan. Reaktualisasi : Penyegaran kembali, Pembaharuan kembali (KBBI).

Peran  : Seperangkat tingkah laku yang diharapkan dimiliki

BEM  : Lembaga Kemahasiswaan tertinggi di tingkat Universitas dalam bidang Eksekutif. Lembaga Kemahasiswaan adalah badan non-struktural dalam pengembangan implementasi Tri dharma Perguruan Tinggi (SK Rektor 2006). Bidang eksekutif berkenaan pada pengurusan (pengelolaan pemerintahan), penyelenggaraan sesuatu. Maka, Peran BEM dalam pengembangan implementasi Tri Dharma Perguruan tinggi dalam usaha pembentukan mahasiswa sebagai iron stock, amal ilmiah ilmu amaliah, dan agent of change. Ketiganya merupakan tanggung jawab seorang intelektual.

Untuk  : kata Penghubung

UMM Berkemajuan : istilah adaptif dari Islam Berkemajuan ataupun Indonesia Berkemajuan yang sering didengungkan dan menjadi gerakan bersama dari Muhammadiyah. Dalam buku Indonesia Berkemajuan yang diterbitkan PP Muhammadiyah, berkemajuan mengandung arti proses dan sekaligus tujuan yang bersifat ideal untuk mencapai kondisi unggul, berada digaris depan atau memimpin disemua bidang kehidupan –material dan spiritual, jasmani dan rohani, lahir dan batin-. Berkemajuan menyiratkan adanya keberlangsungan, dan bahkan progress, sebagai perwujudan dari usaha yang terus menerus untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang bermakna (suistainable development with meaning). Kelima aspek dasar dalam pembangunan UMM berkemajuan meliputi :

1.       Agama Sumber Nilai Kemajuan

Islam mengandung ajaran-ajaran tentang kemajuan, yang berwatak progresif. Dalam agenda UMM berkemajuan penting untuk menjadikan agama sebagai sumber nilai yang bersifat aktual. Dalam hal ini, diperlukan kontekstualisasi pemahaman keagamaan di kalangan mahasiswa agar memahami prinsip agama yang positif, inklusif, dan progresif menjadi ruh kemajuan hidup sekaligus menjadi kekuatan pemersatu.

2.       Pendidikan yang Mencerahkan

Pendidikan yang mencerahkan selain mampu membentuk mahasiswa yang cerdas, juga harus dapat membentuk watak perilaku yang bak meliputi sifat keteladanan, keadilan, kejujuran, kebenaran, keberanian, kemerdekaan, dan tanggung jawab. Pembentukan watak perilaku tersebut harus melekat menjadi karakter mahasiswa untuk melawan penyakit mental yang cenderung hedonis, konsumtif, dan menerabas, yang menyebabkan mahasiswa tidak mampu berkarya lebih bagi umat, bangsa, dan negara.

3.       Kepemimpinan Profetik

Kepemimpinan yang merupakan faktor utama dalam kemajuan organisasi haruslah memiliki semangat memimpin yang dicerminkan oleh Nabi Muhammad SAW. Para pemimpin dalam organisasi harus memiliki dan menjunjung tinggi kebenaran (shiddiqi), kejujuran (amanah), menyampaikan (tabligh), dan cerdas dalam mengelola organisasi (fathonah). Keempat sifat Rasulullah SAW harus dapat diaplikasikan dalam kepemimpinan organisasi.

4.       Institusi yang Progresif

Institusi atau lembaga tidak boleh menjadi penghambat semangat juang mahasiswa, tetapi berfungsi sebagai perangkat yang mendorong mahasiswa untuk memaksimalkan peran dan fungsinya sebagai penggerak utama perubahan. Dalam hal ini, institusi harus  bersifat aktif, maju, responsif dan terbuka terhadap hal-hal baru yang terjadi dalam realita kehidupan sosial. Institusi yang progresif dibentuk melalui penyadaran akan realita sosial serta kewajiban mahasiswa sebagai penggerak perubahan didalamnya menuju kehidupan yang lebih ideal.

5.       Keadaban Mahasiswa

Keadaban mahasiswa dibangun atas prinsip nilai dan etika yang bersumber dari ajaran agama dan kebudayaan masyarakat yang tumbuh kembang dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting dibudayakan dikarenakan bahwa tidak seorangpun mahasiswa dapat berkembang lebih baik jika memiliki rekam jejak dan cacat etika moral yang buruk. Maka keadaban mahasiswa yang dibangun atas prinsip nilai dan etika merupakan lingkungan strategis yang penting dibudayakan menuju terwujudnya UMM Berkemajuan.

 

Misi BEM UMM 2017/2018 :

1. Membangun sistem kerja internal berbasis profesionalitas dan kekeluargaan

a. Pembangunan sistem kerja internal demi efektifitas kinerja selama satu periode keoengurusan melalui prinsip pembangunan organisasi (bergaris massa, inisiatif-aktif, kritif-otokritik, kesatuan teori praktik, dan kolektif-kolegial) berbasis pada profesionalitas        dan kekeluargaan.

b. Profesionalitas melalui pelaporan progress berkala serta transparansi kinerja, sedangkan kekeluargaan dibangun melalui solidaritas dan kolektif-kolegial. Pembenahan sistem kerja internal dimulai dari pembentukan struktural yang efektif dalam pencapaian tujuan organisasi.

 

2. Menjalin sinergisitas antar civitas akademika UMM sebagai bentuk kolaborasi konstruktif

a. Sinergisitas dibangun melalui komunikasi efektif terhadap seluruh elemen yang dinaungi oleh seluruh civitas akademika di UMM. Baik melalui partisipasi, delegasi, ataupun kolaborasi sebagai bentuk saling membangun antar organisasi.

b. Kolaborasi konstruktif dimaknai sebagai hubungan kerjasama antar dua atau lebih lembaga dalam upaya saling memberi nilai lebih. Hubungan ini diutamakan terlebih ada jalinan sinergisitas antar lembaga intra, baik BEMFA dan UKM dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa secara umum.

 

3. Menyelenggarakan kegiatan dalam upaya optimalisasi karya serta peningkatan prestasi mahasiswa

a. Dalam perannya sebagai eksekutif, BEM-U juga dituntut sebagai penyelenggara dan pengelola kegiatan. Kegiatan yang nantinya diselenggarakan difokuskan pada
optimalisasi karya mahasiswa serta peningkatan prestasi mahasiswa. Karya dan prestasi tidak dimaknai sempit sebatas dalam dunia akademik, lebih dari itu BEM-U mendorong dalam upaya optimalisasi karya dan prestasi dalam pengembangan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

4. Revitalisasi gerakan mahasiswa sebagai bakti atas nama mahasiswa, rakyat, dan Tuhan

a. Gerakan Mahasiswa yang mulai tergerus perubahan zaman, perlu kembali dirancang untuk diperbarui demi mengembalikan peran vitalnya. Oleh karenanya, gerakan mahasiswa didasari pada tuntutan kebutuhan mahasiswa dan rakyat serta didasari pada tanggung jawab akan perintah Tuhan. Penyadaran menjadi titik poin penting dalam realisasi hal ini.

b. Gerakan mahasiswa menggunakan metode yang kreatif dan solutif sebagai upaya pemecahan solusi internal kampus, regional, maupun nasional. Melalui upaya penyadaran, edukasi, hingga aksi menjadi rentetan dalam usaha berkelanjutan ini. Perbedaan metode aksi disikapi dengan bijaksana sebagai bentuk usaha bersama.

 

5. Menguatkan dan memperluas jaringan eksternal dengan berbagai lembaga

a. Jaringan eksternal perlu turut dikuatkan dan diperluas secara berkelanjutan dalam upaya pembangunan organisasi

Shared: